KANTOR BARU PEMKAB KULONPROGO : Pembebasan Lahan Mulai 2020, Pembangunan 2021
Minggu, 01 September 2019 21:26 WIB

Kabid+Cipta+Karya+Dinas+PUPKP+Kulonprogo

KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Rencana pemindahan komplek kantor Pemkab Kulonprogo terus bergulir. Diawali Feasibility Study (FS) dari Dispertaru, lokasi kompleks perkantoran yang baru ditetapkan di wilayah Desa Margosari, Kecamatan Pengasih. Proses pembangunan direncanakan dimulai tahun 2021 mendatang.

Sebelum menetapkan Desa Margosari, Pemkab memiliki dua calon alternatif. Antara lain Pedukuhan Blumbang – Kroco di wilayah Desa Karangsari dan Sendangsari, serta Desa Giripeni yang berada di wilayah Kecamatan Wates. Kini lokasi sudah ditentukan, yakni berada di Pedukuhan Kalipetir Lor dan Kalipetir Kidul.

Baca juga

Kabid Cipta Karya Dinas PUPKP Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi ST MT mengungkapkan, dari beberapa lokasi yang menjadi calon lokasi kompleks Pemkab yang baru, lokasi di wilayah Desa Margosari berada di rankin paling atas dengan beberapa kriteria yang sudah ditentukan.

“Ranking satu di Margosari itu dan memang sekarang kita yang menyiapkan masterplan-nya. Ini bernama Masterplan Wates Baru dan baru pertengahan bulan ini mulai kontrak dengan pihak konsultan,” ungkap Joko.

Guna memindahkan kantor Pemkab, dibutuhkan lahan seluas lebih dari 15 hektare dengan pembebasan lahan seluas 7 hektar dilakukan pada Tahun 2020 mendatang setelah dokumen DED selesai. Sedangkan untuk sisanya dilakukan dengan cara sewa dari tanah kas desa.

Dalam pembuatan Masterplan Wates Baru ini pun, nantinya sdh  memperlihatkan rencana tapak dari masing – masing gedung perkantoran. “Nanti rencananya seperti itu sehingga masing - masing kantor itu sudah kelihatan lokasinya ada di mana,” tambahnya.

Setelah pembangunan selesai da proses pemindahan direalisasi, nantinya Kantor Bupati dan Wakil Bupati, Kantor Sekda beserta seluruh bagian Setda, Kantor Bapppeda, Kantor BKAD serta Kantor BKPP akan dipindah terlebih dulu. “Yang ada di jajaran Setda itu kan banyak sehingga semua ikut pindah pada periode awal. Di lingkup itu juga sekalian dibangun sarana dan prasarana yang lain sehingga pelayanan tetap berlangsung,” ucap Joko

Meski demikian sebelum memasuki tahap pelaksanaan, akan dilakukan tahap sosialisasi serta FGD terlebih dahulu guna menjaring aspirasi masyarakat. “Tahapan ini ada di masterplan tapi kan masterplannya juga sedang disiapkan sehingga masih menunggu terus masuk ke tahap DED juga,” pungkasnya.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News