SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Sejumlah fasilitas kendaraan operasional berupa ambulans milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dalam kondisi tidak memadai. Ambulans yang difungsikan sebagai puskesmas keliling (pusling) di antaranya sudah berumur lebih dari 10 tahun, sehingga dibutuhkan unit yang lebih memadai.
Fasilitas ini penting untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah yang tidak dapat terjangkau oleh puskesmas atau puskesmas pembantu.
Baca juga
Dinas mengusulkan penggadaan armada pusling sebanyak 4 unit mobil anyar pada tahun anggaran 2020 namun sayangnya ditolak. Padahal sedianya unit tersebut sesuai perencanaan akan ditempatkan masing-masing di puskesmas Pakem, Tempel 1, Tempel 2, Ngaglik 2 dan Ngemplak 1.
"Untuk mobil pusling ada yang usianya lebih dari 10 tahun, dari sisi nilai ekonomis sudah kurang efesien. Dilihat kondisinya daripada direhab dengan biaya tinggi lebih baik diganti yang baru, maka kita mengusulkan unit baru, tetapi usulan kami belum disetujui," jelas Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo, Jumat (11/10/2019).
Menurut Joko, urgensi penggadaan unit ini sebagai langkah peningkatan pelayanan kesehatan dengan lebih mendekatkan diri di tengah masyarakat dalam hal akses kesehatan. "Maka, akan kami usulkan kembali pada 2021. Sebenarnya kita masih membutuhkan total sebanyak 11 unit, namun kita cicil pengadaanya," ungkap dia.
Meski kondisinya lawas, armada bernopol merah AB 1127 CE yang terdapat di Puskesmas Tempel 1 tetap diupayakan agar bisa dimanfaatkan. "Sebenarnya mobil panther pusling itu sudah tidak layak, kan bisa dilihat sendiri, di sini masih kita pakai untuk kegiatan pos yandu dan P3K," ungkap salah satu petugas yang enggan disebut namanya.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |