KULON PROGO (wartakoonstruksi.com - Proyek Peningkatan Jalan Lokal Primer II ruas Jalan Kopat - Sendang Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih tak kunjung dimulai. Proyek ini merupakan bagian dari paket peningkatan jalan Jalan Pengasih - Serut dan Kopat - Sendang, dikerjakan oleh CV. Mahakarya dengan biaya lebih dari Rp 600 juta.
Sedangkan untuk ruas jalan Pengasih - Serut, yang sempat mengalami sejumlah retakan usai dilakukan pengecoran beton, hingga kini juga belum dilakukan finishing. Pantauan jurnalis media ini di lokasi belum tampak adanya kegiatan dari pihak pelaksana.
Baca juga
Di lokasi hanya ditemukan papan nama proyek yang dipasang di depan SDN Sendang, di mana kontrak kerja sudah dimulai sejak 4 Juli 2019 dengan jangka waktu selama 120 hari kalender.
Kepala Dukuh Sendang, Amroni, mengatakan bahwa usai dilakukan sosialisasi pada 24 Agustus lalu, pelaksana menjanjikan segera melaksanakan pekerjaan, yakni pada Rabu 28 Agustus 2019. Namun hingga memasuki minggu pertama bulan September kegiatan pekerjaan peningkatan jalan kabupaten primer II ini sama sekali belum dilaksanakan.
“Ya pas sosialisasi kemarin disampaikan kalau minggu depan mau dilaksanakan, tapi nyatanya sampai hari ini juga sama sekali belum ada kegiatan apapun. Beberapa warga sini yang mau ikut kerja juga sempat kecele, mereka sudah menunggu di lokasi tapi ternyata tidak ada apa-apa. Ada sekitar 6 warga sini yang sudah mendaftar mau ikut kerja,” ungkap Amroni.
Proyek di ruas Kopat – Sendang memiliki volume Panjang sekitar 300 meter dengan lebar 4 meter serta pekerjaan selokan dengan volume panjang 27 meter. Saat dilakukan sosialisasi antara pihak pelaksana dengan masyarakat dari dua pedukuhan yakni Pedukuhan Sendang dan Pedukuhan Kopat, disampaikan bahwa Lebar jalan yang tadinya 4 meter berubah menjadi 3,5 meter, lantaran kondisi riil jalan tidak memungkinkan dilakukan perbaikan sesuai dengan perencanaan.
Dengan adanya hal ini, sejumlah warga meminta agar volume panjang selokan yang tadinya 27 meter juga dirubah menjadi 90 meter. “Memang kemarin saya yang minta itu dan kalau hanya 27 meter itu sama sekali tidak bisa dimanfaatkan. Akhirnya disosialisasi kemarin sudah disepakati selokannya sepanjang 90 meter. Tapi enggak tahu juga kenapa sampai sekarang juga belum dikerjakan,” tandasnya.
Amroni pun mengkhawatirkan kualitas pekerjaan yang nantinya asal – asalan lantaran saat pelaksanaan pekerjaan tersebut waktunya sudah mepet dari alokasi waktu yang sudah ditentukan oleh pemerintah yakni 120 hari kalender.
“Khawatir saya nanti hasilnya jadi asal – asalan, waktunya sudah mepet kerjanya juga tergesa – gesa. Harusnya pihak pemerintah juga memberikan peringatan karena sama sekali belum dikerjakan, dan warga yang mau ikut kerja juga bertanya kenapa tidak sesuai dengan saat sosialisasi kemarin,” pungkas Amroni.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |