PROYEK GEDUNG INSPEKTORAT: Disebut Telat 15 Persen, Begini Kata Kontraktor Pelaksana
Rabu, 07 Agustus 2019 15:28 WIB

Progres+Pembangunan+Gedung+Inspektorat+DIY

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Proyek pembangunan gedung 4 lantai milik Inspektorat DIY semestinya bisa menjadi acuan bagi proyek di instansi lain. Namun, ternyata proyek ini mengalami keterlambatan. Informasi yang berkembang, keterlambatan proyek yang digarap PT Nusa Patria mencapai 15 persen.

Dari pantauan media ini di lokasi proyek, terlihat aktivitas pekerjaan masih pada penggalian lahan untuk basement. Di lokasi terlihat ada satu unit backhoe yang dioperasikan, dan satu unit truk mixer yang tengah melakukan pengecoran struktur.

Baca juga

Tomy, staf PT Nusa Patria yang ditemui di lokasi mengamini adanya keterlambatan pekerjaan dengan anggaran sebesar Rp 14,2 miliar. Namun dia membantah bila keterlambatan pekerjaan mencapai 15 persen. Menurutnya, progress pekerjaan sesuai jadwal seharusnya sudah mencapai 11 persen, hanya dalam realisasinya baru 10 persen.

“Jadi tidak sampai 15 persen, hanya minus satu persen saja. Sekarang progressnya baru 10 persen dan seharusnya 11 persen,” ucap Tomy.

Direktur PT Nusa Patria, Hikmat Hidayat Mustopa menjelaskan, keterlambatan pekerjaan pada proyek gedung Inspektorat DIY terbilang sangat wajar. Dia menceritakan, Surat Perintah Kerja (SPK) baru diterima tanggal 24 Mei 2019. Namun tanggal itu termasuk tanggal krusial karena sudah mendekai lebaran pada 5-6 Juni.

Pria yang akrab disapa Adit mengatakan, akhirnya disepakati bahwa pekerjaan dimulai setelah Lebaran. Hanya saja ia menegaskan keinginan itu bukan datang dari pelaksana. “Kami sudah menawarkan kepada semua pihak yang terlibat, konsultan pengawas, perencana, dinas, akhirnya disepakati dimulai setelah Lebaran,” terangnya.

Setelah lebaran, lanjut Adit, pihaknya sempat mengajak agar pekerjaan bisa dimulai tanggal 12 Juni, tapi pada tanggal itu tidak ada yang hadir sehingga pekerjaan baru bisa dimulai 14 hari setelah lebaran. “Kami tidak bisa kerja sendiri, kami masang pagar itu sebelum lebaran, begitu SPK turun sehari berikutnya langsung mager. Memang ada peninjauan lapangan tanggl 25 Juni, tapi hanya peninjauan lapangan saja,” tegasnya.

Karena keterlambatan itulah, secara otomatis berpengaruh pada progress. Namun dia menegaskan bobot pekerjaan yang sedang digarap cukup besar yaitu 35 – 40 persen. Sehingga begitu basement selesai pada akhir Agustus, sisa pekerjaan lainnya tinggal sedikit.

“Akhir Agustus target selesai, sisanya tinggal sedikit. Lagi pula tidak ada pekerjaan arsitek, ada pasangan bata ringan hanya sedikit volumenya hanya untuk bagian-bagian luar saja, ME juga baru sparing-sparing saja,” tegasnya.

Ditambahkan, proyek ini merupkan mercusuar bagi PT Nusa Patria. Karena itu ia memastikan pihaknya akan menyelesaikan pekerjaan itu sebaik mungkin. “Kalau di sini hasilnya bagus, akan berdampak positif bagi kami ke depan,” tegasnya.

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News