Pembangunan D.I. Slinga Penuhi Kebutuhan Irigasi 5.021 Ha Lahan Pertanian
Senin, 31 Agustus 2020 18:31 WIB

PPK+Irigasi+I

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Guna mendukung dan meningkatkan ketahanan pangan, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak segera membangun Daerah Irigasi (D.I.) Slinga di Purbalingga, Jawa Tengah. Senin (31/8/2020) dilakukan penandatanganan kontrak dengan pelaksana proyek.

PPK Irigasi I BBWS Serayu Opak Dedi Supriyadi mengungkapkan, pembangunan akan dilakukan di D.I. Slinga yang dibangun sejak 1916. Daerah irigasi dengan debit air 0,663 meter kubik per detik ini mengaliri areal pertanian seluas 435 hektare. Pada pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan multi year contract (MYC) itu akan dilakukan pengembangan pada saluran tersebut.

“Pekerjaannya nanti memperbaiki dan membangun saluran induk sampai dengan 12 kilometer. Yang kemarin berupa bangunan kecil sekarang akan diperbesar dan ditambah panjangnya,” ucap Dedi kepada wartakonstruksi.com.

Dia mengungkapkan, pada awalnya dimensi saluran irigasi ini hanya 1 sampai 1,5 meter. Nantinya dimensi saluran akan diperbesar sehingga debit air yang dihasilkan juga lebih banyak dan luasan oncoran dari saluran itu mengalami penambahan signifikan.

Pembangunan D.I. Slinga sendiri terdiri dari Slinga Kiri dan Slinga Kanan. Pembangunan D.I. Slinga Kiri dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya dengan total nilai kontrak sebesar Rp 178,4 miliar dan akan dilaksanakan dalam 660 hari kerja.

Sedangkan Pembangunan D.I. Slinga Kanan dikerjakan PT. Tri Bhakti dengan nilai kontrak total Rp 94,1 miliar, juga digarap dalam 660 hari kalender. “Untuk tahun pertama, Slinga Kanan alokasi anggarannya Rp 18 miliar sedangkan Slinga Kiri Rp 30 miliar,” jelas Dedi.

Dijelaskan, pada pengembangan D.I. Slinga yang dilakukan mulai tahun ini, untuk Slinga Kiri dikembangkan untuk menjangkau area oncoran seluas 3.003 hektare dengan debit air 5,58 meter kubik per detik. Dimensi saluran dibuat menjadi 2 x 2,5 meter dengan double barrel.

Sedangkan Slinga Kanan dikembangkan untuk menjangkau area oncoran seluas 2.018 hektare dengan debit 2,72 meter kubik per detik dari dimensi bangunan 2 sampai 2,8 meter. “Slinga Kiri akan diganti dari bangunan berupa pasangan menjadi beton, ada juga yang menggunakan U-Ditch. Yang Slinga Kanan melewati perkotaan, selain diperbesar juga ditambah jangkauannya,” paparnya.

Dengan pengembangan pada D.I. Slinga ini, maka ketahanan pangan masyarakat diharapkan bisa ditingkatkan karena adanya peningkatan suplai air irigasi. Dengan begitu, sawa  yang semula tadah hujan dapat menjadi sawah pengairan teknis. Sehingga bisa meningkatkan intensitas penanaman dari 138 menjadi 275 dengan (padi-padi-palawija).

 

Baca juga

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News